Kamis, 15 Desember 2011

KAIDAH PENERAPAN SUNAH :PASTIKAN KSAHIHANNYA

Dalam menerapkan sunah sunah Rosululloh Solallohu alaihi wassalam kita harus berhati hati dan teliti. Dalam masalah ini kita harus memperhatikan beberapa kaidah yg telah para ulama tetapkan agar penerapan sunah itu tidak justru berbalik memancing orang untuk mencemoohkannya , padahal hal itu di akibatkan oleh kesalahan kita dalam penerapannya. Kesalahan tersebut berasal dari dua sisi. Pertama ,Hadist yg dijadikan sandaran adalah hadist yg dhlo'if (lemah) atau bahkan palsu .Atau pemahaman kita yg keliru terhadap hadist yg kita jadikan sebagai sandaran walupun shahih. Oleh karena itu kaidah pertama yg harus kita perhatikan dalam penerapan sunah adalah memastikan keshahihan hadist dan memastikan kebenaran istiadat(pengambilan) hukumnya. Yang pertama di istilahkan dengan riwayah, dan yg kedua di istilahkan dengan dirayah. KESHAHIHAN RIWAYAT Dalam penerapan sunah kita harus memastikan kebenaran hadist tersebut dari sisi riwayatnya .dengan demikian dengan yakin kita mengamalkan hadist yg shahih dan benar benar merupakan ucapan Rosululloh solallohu alaihi wassalam .Karena hadist hadist yg dhoif ,palsu atau mungkar atau yg sejenisnya tidak dapat dijadikan sandaran dalam seluruh amalan kita.Berkata syaikhul islam Ibnu Taimiyah"Tidak boleh kita menyandarkan syariat agama ini pada hadist hadist yang dhoif(lemah) yang tidak shahih(benar)ataupun tidak hasan(baik)" (Majmu fatawa Juz 1 hal.250). Berkata Syaihk Zakariya bin Muhammad alAnshari "jalan orang yg ingin berdalil dengan hadist dari kitab kitab sunah atau kitab kitab musnad jika dia memiliki kemampuan untuk memeriksa hadist hadist tersebut,hendaklah meneliti sanadnya (bersambung atau tidak)dan seterusnya .kalau tidak mampu dan telah ada para ulama ahlul hadist yg menshahihkannya atau menghasankannya boleh baginya untuk mengikuti". Semua ucapan para ulama tersebut membimbing agar jangan kita terjerumus dalam pemakaian hadist yg lemah yang akibatnya akan fatal terhadap diri kita dan terhadap dakwah.Jangan sampai kita di golongkan ke dalam orang orang yg berdusta atas nama Nabi,menyampaikan Rosululloh solallohu alaihi wassalam berkata begini dan begitu ternyata beliau tidak pernah mengatakannya. Rosululoh solallohu alaihi wassalam mengancam: "barang siapa dengan sengaja berdusta atas namaku ,maka dia telah mempersiapkan tempat duduknya di neraka"(HR.Bukhari Muslim dari Abu Hurairoh). Adapun hadist hadist yg dhoif (lemah)tidak bisa menentukan suatu hukum apapun juga tidak bisa mewajibkan sesuatu atau menjadikannya mustahab(sunat) seperti ucapan syaikhul Islam Ibnu Taimiyah " Tidak seorangpun dari para ulama yg menyatakan bolehnya menganggap sesuatu adalah wajib atau mustahab dengan hadist dhoif .barang siapa yg mengatakan demikian maka dia telah menyelisihi ijma dan kesepakatan para ulama".(Majmu fatawa, 251) Demikian prinsip ahlussunah dalam menerapkan sunah .hal ini berbeda dengan ahlul bid'ah dari kalangan terikat terikat sufi, baik yg tergabung dalam kelompok kelompok zikir atau dalam bentuk bentuk sosok sufi yg ditokohkan sebagai ulama.Mereka menganggap hadist dhoif dapat menjadi dalil dalam fadhlailul a'mal .sehingga buku mereka dipenuhi dengan hadist hadist dhoif dan maudhu(palsu)dan yg lainnya.ketika di tegur mereka menjawab dengan enteng "dhoif dhoif juga merupakan hadist" Akibatnya jelas yaitu membawa mereka pada kesesatan dan penyimpangan.
                                  KEBENARAN ISTINBATH HUKUM

  perkara yang kedua,telah dipastikan keshahihan suatu hadist,kita haris meneliti pula makna yang dimaksudkan.Kita harus benar dalam mengambil hukum (istnbath hukum) dari hadits tersebut.Tentunya harus kita ketahui bahwa yang paling tepat dalam melakukan istinbath hukum dan penerapannya terhadap sunah adalah Generasi pertama dan utama dari umat ini yakni dari kalangan para sahabat Rodiyallohuanhu.
  jangan sampai kita keliru dalam menafsirkan atau mengambil kesimpulan terhadap hadist hadist yang shahih tersebut .sebagai contoh ,ada sebagisan kaum muslimin yang menafsirkan kalimat khuruj fiesabillilah dengan mengembara yang di istilahkan oleh Syaihkul Islam Ibnu Taimiyah dengan Siyahah.beliau menjelaskan bahwa siyahah adalah perkara kebid`ahahan kaum sufi .Padahal dalam al`quran dan As-Sunah maksud kalimat kuruj fiesabililah adalah jihad dan berperang di jalan Alloh .
  Untuk itu dalam,masalah istinbath kita harus merujuk kepada mereka yang telah dipastikan kebenarannya dalam Al`Quran dan As-Sunah ,yaitu para sahabat  sebagaimana Alloh berfirman :"Orang orang yang terdahulu lagi yang pertama tama (masuk islam) dari golongan muhajirin dan an`shor dan orang orang yang menikuti mereka dngan baik Alloh ridho kepada mereka dan mereka rhido kepada Alloh dan Alloh menyediakan bagi mereka surga yang mengalir sungai sungai didalamnya .Mereka kekal didalamnya .Itulah kemenangan yang besar :"(At-Taubah:100).Dalam ayat ini Alloh meridhoi tiga golongan manusia yakni kaum muhajirin ,Anshor dam orang orang yang mengikuti mereka denganihsan(baik) hanya merekalah yang telah mendapatkan rekomendasi dan pujian dari Alloh.Halini menunjukan kalau mereka telah tepat dalam menerapkan Al`Quran danAs-Sunah dalam kehidupannya.
   Karena kita bukan dari kaum muhajirin dan bukan pula kdari kaum anshor maka hendaknya kita menjadi para pengikut mereka dengan ihsan (baik) .baik dalam memahami,istinbath haukum ,menafsirkan, dan ataupun penerapannya agar kita termasuk dalam golongan yang di ridhoiNya.Barang siapa tidak mau mengikuti mereka telah menentang Rosulluloh solallohu alaihi wasalam dan tidak mau mendengarkan ucapan Rosululloh solallohu alaihi wasalam  berikut:
                         "sebaik baik manusia adalah generasiku ,kemudian yang berikutnya ,kemudian berikutnya"(HR.Bukhari Muslim)
 Manusia yang terbaik adlah para sahabat ,kemudian yang mengikuti mereka stelahnya (para tabi`in )kemudian yang mengikuti mereka (atba`ut tai`in)  Para sahabat adalah merupakan generasi yang telah di pastikan keimanan mereka dalam firman Alloh Ta`ala:          
          "Dan orang orang yang beriman dan berhijrah .serta berjihad pada jalan Alloh (kaum Muhajirin),dan orang orang yang memberi tempat kediaman dan memberi pertolongan (kepada orang orang muhajirin yakni kaum anshor ) .mereka itulah orang orang yang benar benar beriman .Mereka memperoleh ampunan dan rezki (nikmat) yang mulia.(Al-Anfal:74)
   dengan demikian barang siapa yang tidak maumengikuti mereka ,terancam dengan kesesatan di dunia dan azab jahanam di akhirat.Alloh tegaskan dalam firmannya: Dan barang siapa yang menentang Rosul sesudah jelas kebenaran baginya ,dan mengikuti jalan yang bukan jalan orang orang mu`min ,kami biarkan ia leluasa terhadap kesesatan yang telah di kuasainya itu dan kami masukan ia kedalam jahanam ,dan jahanam itu seburuk buruk tempat kembali (An-Nisa:115).
   Oleh karena itu barang siapa yang mengikuti mereka akan mendapat petunjuk ,dan yang meninggalkanya akan terancam akan mendapatkan kesesatan.
                 Maka jika mereka beriman kepada apa yang kamu telah beriman kepadanya ,sungguh mereka telah mendapat petunjuk ;dan jika mereka berpaling ,sungguh mereka berada dalam permusuhan (dengan kamu) maka Alloh akan memelihara kamu dari mereka dan Dialah yang maha mendengar lagi maha mengetahui(Al-Baqoroh:137).dalam ayat ini yang dimaksud kata ganti orang kedua yaitu "kalian "dalam ucapan Alloh :"jika mereka beriman seperti kalian beriman" adalah para sahabat .Artinya jika mereka beriman seperti para sahabat beriman.maka ddia akan mendapat petunjuk kejalan yang benar dan lurus .namun sebaliknya jika mereka tidak mau beriman mengikuti para sahabat mereka akan terus berada dalam pertikaian dan perselisihan ,menyimpang dari jalan yang lurus dan terjerumus ke dalam kesesatan dan bid`ahan.
       Mereka yang menyelisihi kaidah pertama dalam penerapan sunah ini bukanlah termasuk orang yang termasuk menghidupakn sunah ,tetapi justru mematikansunah. kerena mereka yang memakai hadist hadist dhoif,maudhu,palsu dan sejenisnya justru menjatuhkan martabat sunah nabawiyah.Karena riwayat riwayat yang mungkar dan palsu tersebut adalah buatan manusia biasa yang banyak mengandung ekstrimitas, dan berlebih lebihan .Dan semua penyimpangan tersebut di atasnamakan Rosululloh solallohu alaihi wasalam .
         Demikian yang tidak memahami hadis hadist nabi dengan pemahaman para sahabat niscaya yang terjadi justru kesesatan pula. Dengan demikian menyalahi kaidah pertama konsekuensinya adalah terjerumus dalam kebid`ahan dan kesesatan.
          Ibnu Taimiyah dalamkitabnya Iqtidla`Siratil MustaqiemFie Mukhalafati ashhabil Jahim ,menyatakan bahwa golonngan yang mematikan sunh ada dua jenis : Jenis pertama yang tidak mau mengamalkan sunah ;Kedua mereka yang menambah nambahinya dengan perkara baru.yakni mereka yang menambahi sunah dengan perkara baru ,pemahamnan baru ,cara istinbath baru ,atau hadist hadist baru(yakni hadist yang maudhu dan palsu   )secara tidak sadar mereka juga ikut mebantu mematikan sunah nabawiyah .dengan kata lain menerapkan sunah tidak dengan kaidah sunah adallah justru menghancurkan dakwah sunah .

(dikutip dari biletin Al-JIHAD edisi 26 th 1429 h    

Tidak ada komentar:

Posting Komentar